Damai Di Hati

•1 Mei 2017 • Tinggalkan sebuah Komentar

Damai di Hati

Sejak Kau yakinkan aku, 

keberadaan-Mu baik bagiku

Indah, tiada lagi gundah,

penuh sukacita, damai sejahtra

Kau bertindak sebagai sahabatku,

dan juga pelindungku, ooo Yesus…

Reff:

Damai hatiku saat diriku Kau setia padaku

Bahkan di saat kehinaanku Kau kan menemaniku

Damai hatiku mengenangkan janjimu akan jalan hidupku

Takkan ku ragu pada masa depanku Kau sediakan bagiku

Damai hatiku…

Soundcloud Link 

Welcome To The World

•19 Agustus 2015 • Tinggalkan sebuah Komentar

Welcome to The World

At the time you were born,
There were prayer that is granted..
And you are the grant…

Your tiny feets, your tiny hands
Reminds us that God has given
A precious trust

‘Cause your presence in our lives,
is a new chapter of our lives..

Reff:
Welcome to the world, my boy
Welcome happiness and joy
May the light of God be with you always
Guiding in your nights and your days
Make you shine for His glorious Name

 

SEMANGAT DALAM SENYAP

•16 April 2015 • 2 Komentar

He is my brother, he is deaf but I am so proud of him and I’ve learned so many thing from him… Sudah lama saya ingin menulis kisah hidup adik saya yang penuh dengan keberanian dan ketekunan, pergumulan dan perjuangan iman orang tua saya untuk memberikan yang terbaik bagi masa depan anaknya yang memiliki kebutuhan khusus, serta begitu nyatanya karya dan penyertaan Tuhan dalam hidup keluarga kami melalui kehadiran Henry dalam keluarga kami.. Dan sebelum saya sempat menuliskannya, saya bersyukur bahwa ada orang yang bersedia menuliskan kisah ini dengan cukup baik dan sungguh saya sangat menghargai tulisan yang dimuat dalam sebuah majalah kampus tempat adik saya sedang menimba ilmu saat ini.. Berikut saya copy langsung dari tulisan tersebut -dengan sedikit tambahan keterangan-, semoga dapat menjadi berkat..

SOSOK
Henry Restya Susetya
SEMANGAT DALAM SENYAP

image

Namanya Henry Restya Susetya. Ia sering disapa Henry. Dia seorang yang selalu terlihat ceria setiap harinya. Di balik keceriaannya, terdapat sesuatu yang tidak diketahui banyak orang. Henry adalah tuna rungu sejak kecil. Dia kesulitan dalam berinteraksi dengan orang-orang di sekitarnya. Namun dia sekarang adalah mahasiswa aktif di Universitas Sanata Dharma Yogyakarta Program Studi Teknik Informatika semester 5. Veritas mewawancarainya melalui chatting di media facebook. Saat diajukan pertanyaan, dia selalu menceritakan yang dialaminya. Cerita perjalanan hidup Henry akan penulis sajikan dalam karangan feature berikut ini.
“Aku tidak pernah menyerah dalam melakukan apapun meski memiliki keterbatasan, selalu optimis dalam mengambil langkah, apapun risikonya dan berjuang demi cita-cita yang diharapkan.” – tulis Henry mengawali percakapan kami.
Kalimat di atas diketiknya dalam obrolan di facebook. Pria yang selalu terlihat tersenyum ini mengungkapkan seluruh hatinya ketika diajukan beberapa pertanyaan. Di balik raut wajahnya yang terlihat ceria, sering usil terhadap teman, sebenarnya teraimpan kerikil-kerikil dalam hatinya yang tidak sempat dia sampaikan.

Kecil dan Berbeda
image
Henry dilahirkan tanggal 25 Juni 1991 di Purworejo, Jawa Tengah dalam keadaan normal. Kegembiraan  menghiasi wajah kedua orang tuanya saat Henry lahir di tengah-tengah mereka. Dia hadir dalam keluarga yang begitu menyayanginya. Kehangatan keluarga itu semakin bertambah saat Henry kecil bisa tersenyum dan menjadi pelipur lara untuk mereka.
Kehangatan yang mereka rasakan bersama Henry kecil tidak bertahan lama. Tuhan berkata lain untuk keluarga Henry. Waktu Henry berusia 11 bulan, dia mengalami demam yang sangat tinggi. Orang tua mana yang tidak sedih ketika anaknya sakit parah? Rasa sedih yang mendalam dialami kedua orang tua Henry pada saat itu. Doa-doa mereka panjatkan ke hadirat-Nya demi kesembuhan Henry kecil.
Tuhan Maha Kuasa. Dia mengabulkan doa-doa yang disampaikan orang-orang yang memohon kesembuhan untuk Henry kecil.  Henry kecil pun sehat seperti sedia kala. Menghapus kesedihan yang dirasakan kedua orang tuanya. Kini Henry kecil kembali tersenyum dan menghiasi seisi rumah.
Hari demi hari berlalu. Henry kecil pun tumbuh menjadi anak-anak yang ceria pada masanya. Masa-masa membahagiakan untuk anak kecil, untuk bermain bersama teman sebaya. Akan tetapi, kebahagiaan yang dialami Henry mungkin tidak sama bahagianya seperti yang dialami teman-teman sebayanya.  Saat Henry beruaia 4 tahun, dia sadar salah satu panca indranya tidak berfungsi sebagaimana mestinya. Henry mengalami tuna rungu. Henry dan semua orang dekatnya sangat sedih ketika mereka tersadar akan hal itu.
Meski begitu, rasa sayang orang tuanya tidak luntur. Mereka selalu memberi semangat kepada Henry. Mereka meyakinkan Henry  bahwa dia punya kelebihan dalam dirinya meskipun memiliki kekurangan. Motivasi yang selalu diberikan orang tuanya dapat dicerna Henry sehingga Henry pun bisa bersyukur dengan apa yang yang dia terima karena selalu ada orang yang memotivasinya. Henry sadar bahwa dia tumbuh sebagai seorang anak kecil yang berbeda.

Masuk Bangku Pendidikan
image
Seiring bertambahnya usia dan tuntutan hidup yang semakin keras, dalam kekurangannya, Henry tidak akan larut dalam kesunyian yang dialaminya. Ia masuk ke bangku sekolah berbekal motivasi dan semangat yang diberikan orangtuanya. Ia masuk di Sekolah Luar Biasa bagian B yaitu sekolah khusus untuk penyandang tuna rungu [SLB B Don Bosco Wonosobo sejak usia 5 tahun di asrama mulai jenjang TK selama 2 tahun s.d Sekolah Dasar sekitar 8 tahun, sebuah pergumulan berat bagi orang tua kami untuk melepaskan anak berusia 5 tahun hidup di asrama jauh dari rumah, hanya iman yang luar biasa kepada Tuhan dan pengharapan yang besar untuk masa depan Henry yang membuat orang tua kami sanggup untuk memilih keputusan yang tepat].
Pesimis ia rasakan ketika masuk sekolah dan bertemu dengan teman-teman sebaya yang baru dia kenal, meskipun mereka juga sama seperti Henry. Berbekal semangat dan motivasi [dan doa] yang diberikan orangtuanya, Henry menjalani pendidikan hari demi hari di sekolah itu.
Henry mendapat banyak ilmu pada saat itu. Ia belajar berbahasa isyarat, bahasa oral dan belajar ilmu-ilmu lainnya yang diperlukan untuknya dan teman-temannya. Dengan ilmu yang didapat, ia semakin siap untuk dapat berinteraksi dengan orang lain di sekitar dan dalam aktivitasnya sehari-hari.
Pendidikan yang didapat Henry tidak berhenti di SLB itu.  “Setelah lulus SLBD (SLB Dasar), aku diminta melanjutkan ke SMP umum di mana aku belajar bersama teman-teman normal” Tulis Henry saat diberi pertanyaan. Mungkin langkah itu yang diperlukan Henry untuk belajar berinteraksi dengan orang lain sebelum ia dewasa dan dituntut lebih.
Tuhan menciptakan semuanya secara adil. Saat Henry bersekolah di bangku SMP [SMP Bruderan Purworejo] bersama teman-temannya yang normal, Henry merasa tidak bahagia. “Aku merasa gak bahagia dan dikucilkan karena teman-teman gak mau menemani aku lantaran aku tuna rungu.” tulis Henry mungkin dengan perasaannya yang sedih.  Tapi Tuhan itu maha adil, Tapi ada beberapa teman yang memahami keterbatasan yang aku alami. tulis Henry lagi. Ada beberapa dari teman Henry turut memotivasi Henry untuk berbuat yang lebih lagi.
Dalam kekurangan yang dialami Henry, ia mengalami kesulitan dalam belajar. “Mereka (baca: teman-temannya) mau bantu aku bila aku ada kesulitan dalam belajar. Begitu pula dengan guru-guruku saat SMP, dan berlanjut ketika aku masuk SMK” [Jurusan Otomotif  SMK Pangudiluhur Muntilan, perlu perjuangan yang cukup berat bagi kami dalam mencari sekolah untuk Henry karena dalam kenyataanya cukup sulit untuk mencari sekolah menengah atas yang bersifat inklusi-mau menerima siswa berkebutuhan khusus-] , papar Henry dalam tulisannya. Sekali lagi, Tuhan memang adil. Henry tidak sendiri, Ia memberi orang-orang yang bisa memahami dan bisa membantu Henry saat kesulitan.
image
Saat masuk bangku kuliah, Henry juga merasa seperti saat ia sekolah. Juga sama kejadian-kejadian di sekolah. “Malah kini lebih banyak teman yang berempati padaku. Aku memang suka sendiri dan jarang bergaul. Aku sadar bahwa aku banyak gak ngerti sama penjelasan dosen gara-gara keterbatasan yang aku alami.” Sekali lagi henry tidak sendirian. Masih banyak teman-teman kuliahnya yang mau membantu Henry menyelesaikan masalahnya.
Sulit memang jika orang seperti Henry diminta untuk memahami materi yang diberikan dosen. Teman-teman lainnya yang normal saja belum tentu bisa memahami. Tetapi Henry tidak diam, ia senang belajar memahami materi sendiri. Sedikit mudah untuk belajar jika dosen memberikan buku referensi atau memberikan materi berbentuk soft copy. Kadang kala ia bertanya ke temannya jika memang sudah tidak bisa.
Dia merasa sedih kalau ada tugas dan kebingungan sendirian. Tapi terkadang dia juga suka membantu temannya yang mengalami kesulitan mengerjakan tugas. Dia selalu sabar dalam menjalani perjalanan hidupnya. Dia sangat senang sekali kalau ada temannya yang mau membantunya. Seperti itulah perjuangan Henry di bangku pendidikannya saat ini.

Tidak Mau Kalah
Memang dalam perjalanan hidup Henry saat sekolah banyak mengalami pengalaman yang tidak menyenangkan. Tetapi pengalaman itu tidak menyurutkan nyalinya untuk berbuat lebih. Ia juga tidak ingin mengecewakan orang-orang yang sudah memotivasinya dari awal. Aku mampu melakukan yang terbaik bila ada motivasi atau dorongan dari keluarga, saudara-saudari juga teman-teman yang sudah pahami kekuranganku tulis Henry. Henry ingin membuktikan bahwa ia bisa seperti teman-teman lainnya yang normal.
Henry tidak diam dalam kesunyiannya. Dia berusaha untuk tidak membuat orang yang  memotivasinya merasa kecewa. Dia menjalani kegiatan apapun yang dia sanggup lakukan. Selain sibuk kuliah, dia juga senang mengikuti kegiatan lainnya seperti mengikuti komunitas, main musik, olahraga dengan teman, jalan-jalan bersama temannya, menjadi relawan pengajar bahasa isyarat [untuk mahasiswa pendidikan luar biasa di UNY] dan mengikuti persekutuan muda-mudi di gereja. Memang tidak mudah untuk Henry, tetapi dia bisa melakukannya dengan suka cita.
Di dalam lingkungan kampus, Henry juga sering aktif terlibat dalam kegiatan kampus. Jika ada perlombaan, dia ikut ambil bagian menjadi peserta lomba. Terkadang dia hanya menjadi penonton perlombaan tersebut. Sewaktu ada kegiatan donor darah, dia juga ikut ambil bagian menjadi pendonor.
Di mata teman-teman kuliahnya, Henry dikenal sebagai pribadi yang menyenangkan. Dia senang jika ada teman yang menemaninya. Terkadang dia juga usil dan senang bercanda dengan teman-temannya. Dia orangnya rajin. Walaupun dia tuna rungu, dia cepat sekali menangkap materi yang diberikan dosen. Dia juga suka membantu temannya yang kesulitan dalam tugas. Jika ada kritik ditujukan untuk Henry, dia menerimanya dengan lapang dada.
image

(Liputan tentang salah satu kegiatan DAC)

Henry juga aktif dalam komunitas, salah satu komunitas yang diikutinya yaitu DAC (Deaf Art Community). Komunitas ini adalah suatu wadah bagi komunitas deaf dan hearing untuk berkumpul dan berkomunikasi dengan menggunakan bahasa isyarat. Komunitas ini sering menampilkan kegiatan theater, hip-hop, dance, pantomim, menari, pentas seni dan lainnya.
Dalam komunitas itu, Henry memposisikan dirinya sebagai pendamping yang mendampingi pemain pada saat latihan untuk pentas. Dia lebih senang memposisikannya di belakang panggung. Dia senang memberi kesempatan kepada temannya dalam kegiatan itu untuk tampil.  Walaupun hanya di belakang panggung, posisi Henry di komunitas itu tidak diragukan.

Bisa Jadi Motivasi
imageSejak Henry menyadari bahwa dia memiliki kekurangan, dengan tabah dan dibantu dengan motivasi kedua orang-tuanya, dia bisa menerima kenyataan yang diberikan Tuhan. Henry tidak merasa berjuang sendiri. Dia mampu menjalani hari-harinya dengan penuh rasa syukur dan semangat.
Kekurangan yang dialami Henry dan semangat yang dijalaninya bisa menjadi contoh untuk kita yang memang bisa melihat dan memahami Henry. Henry tetap semangat meskipun dia memiliki kekurangan. Apakah kita juga bisa memiliki semangat yang sama meskipun kita tidak memiliki kekurangan?
Pada saat Henry sekolah pun dia sering diejek temannya karena memiliki kekurangan. Tetapi ada juga temannya yang selalu memberinya semangat. Henry tetap semangat menjalani pendidikannya hingga bangku kuliah saat ini. Apakah kita juga bisa tetap semangat kalau kita dikucilkan meskipun sudah diberi semangat oleh teman kita?
Jika kita selalu menengadah ke atas, tidak mudah bagi kita untuk mengucap syukur. Sebaliknya, jika kita selalu melihat ke bawah, pasti kita sangat mudah mengucap syukur. Karena dengan melihat ke bawah, kita menemukan bahwa di bawah sana masih banyak orang yang kurang beruntung dari kita. Maka sepatutnya kita selalu bersyukur.
Perjalanan hidup Henry selama ini mungkin bisa menjadi motivasi untuk kita yang normal. Henry yang memiliki kekurangan saja memiliki ambisi yang begitu besar untuk meraih cita-cita yang diharapkannya. Ia akan melakukan apapun untuk menggapai cita-citanya apapun risiko yang akan dihadapinnya.
Kalimat yang ditulis Henry diakhiri wawancara mungkin bisa jadi motivasi untuk kita semua dalam mengejar cita-cita yang kita harapkan. “Aku tidak pernah menyerah dalam melakukan apapun meski memiliki keterbatasan, selalu optimis dalam mengambil langkah, apapun risikonya dan berjuang demi cita-cita yang diharapkan.”
(Dionisius Wisnu Agung, NIM. 125314059)
Veritas: Warta Kampus Universitas Sanata dharma (Hal 31  33)

Manado, Kota Reklamasi

•14 April 2013 • 2 Komentar

Wah, Manado kan bumi nyiur melambai tapi kenapa jadi kota reklamasi?? Hehe..  Memang sepanjang jalan dari bandara menuju kota terdapat beberapa daerah yang ditumbuhi pohon kelapa, namun bukan hal tersebut yang mengalihkan perhatian saya saat berada di kota ini.   Reklamasi pantai proyeknya dimulai sekitar tahun 2000-an saat ini sudah menghasilkan buah yang cukup manis, kawasan reklamasi sudah tumbuh menjadi pusat bisnis dan keramaian kota Manado seperti dapat kita lihat di bawah ini:

1.reklamasi

Pada gambar di atas, yang sebelah kiri merupakan view dari depan kantor tempat saya bertugas selama di Manado, bagus kan? Hehe.   Kata orang, belum ke Manado namanya kalau belum ke Bunaken.  Sayangnya cuaca saat ini terlalu galau untuk menyeberang ke Bunaken sehingga dengan alasan keamanan kita putuskan untuk tidak mengunjungi objek wisata tersebut.

1objek

Jadi hanya ada beberapa objek saja yang dikunjungi, salah satunya patung Yesus Memberkati karena lokasi tersebut terlewat dalam perjalanan menuju Kota Manado.  Salah duanya adalah Bukit Kasih, di situ terdapat sebuah tugu yang melambangkan simbol dari 5 agama yang di Indonesia dan terdapat tangga (katanya sih sekitar 2ribu anak tangga) menuju sebuah tempat yang disitu dibangun 5 tempat peribadatan dari masing2 agama di Indonesia.  Tapi lagi2 karena hujan turun dengan lebatnya, kita tidak menaiki tangga tersebut.  Sebenarnya ada rencana mampir ke Danau Tondano, namun hari sudah terlalu sore dan hujan lebat, akhirnya kita pun menunda untuk mengunjungi objek wisata alam tersebut.  Hehe, smg next time be better…

Naaah, sekarang kita sampai ke bagian yang paling enak, kulineeeeerrrr, hehe… Ini dia:

2kuliner

Yang pertama (1) bubur manado, kalau dibandingkan dengan bubur ayam sih saya lebih suka bubur manado karena buburnya sendiri yang lebih gurih dan lengkap dengan sayuran, lebih mantabs lg kalau sudah dicampur dengan sambel ikan roa, abon ikan dan potongan ikan asin.  Nah, yang ini juga ga kalah terkenal dan enaknya yaitu Klapertart (2), kue yang berbahan dasar kelapa muda.  Ada juga Mie Cakalang (3): mie ayam tp ayamnya diganti dengan potongan ikan cakalang, nasi kuning seroja (4): nasi kuning yg dibungkus daun dg campuran abon dan sambal ikan, pisang goreng garoho (5): pisang goreng kering tapi dimakan dengan bumbu sambal ikan roa, ongol-ongol (6): sagu dimasak dengan gula merah dan dicampur parutan kelapa, ikan bakar+sambal dabu2+perkedel nike (7) satu paket ala ikan yg maknyuuuus, daaan tdk lupa ada ikan woku: ikannya bisa apa aja, namun dimasak dengan bumbu yang sangat bermacam2 mulai dari daun kemangi, daun pandan, serai, daun bawang, dan banyak lagi..  Selain itu kalau sempat ke daerah Tomohon, di situ ada wisata kuliner ekstrim mulai dari ular, kucing, tikus sampai orang utan juga ada, hehe, hayo siapa berani coba..

Bicara tentang hal lain, ternyata Manado ada 1 kesamaan dengan Bogor, tempat tinggal saya sekarang yaitu jalanannya sama-sama dikuasai dengan angkot dan yang unik angkot di Manado rata-rata dilengkapi dengan sound system yang cukup menggelegar, jadi kl punya rumah di pinggir jalan lumayan terganggu dengan suara musik angkot yang lalu lalang.

3aneh

Selain itu, khususnya bagi orang-orang yang menggemari makanan padang harus pintar-pintar memilih warung/restoran padang karena rata-rata walaupun judulnya rumah makan padang dan disajikan sama persis dengan restoran padang pada umumnya, namun bumbunya berasa manado bgt, misalnya saja pada gambar di atas ada sajian makanan padang namun bumbu ayam panggangnya tetep pakai sambal dabu-dabu, hehe..

Nah, begitulah Manado.. Kurang lebihnya mohon dimaafkan dan ditambahkan, dan silakan dicoba sendiri kalau berkesempatan ke kota ini.. 🙂

To Be Better

•13 April 2013 • Tinggalkan sebuah Komentar

To Be Better (Lyric&Song by PoG Entertainment)

You stay with me, never leave me
without You there’s nothing be alright
i must confess Your grace on me
how i can say my greatfull for You,
here i am to give my best for You…

I have to grow,
to be better than before so I can love You for more..
You always help me,
and step by step You hold me
and step by step You lead me to be better…

==> Click here to download the MP3:

==> Click here to watch the video:
to be better

Banjarmasin, Kota Seribu Sungai

•30 Maret 2013 • 5 Komentar

Ya, begitulah kesan pertama saya ketika pertama kali mengunjungi kota Banjarmasi dalam rangka tugas selama 3 minggu.  Jalan sedikit saja selalu ketemu dg sungai, baik sungai besar maupun kecil ada aja ketemu sungai.  Nah, bicara soal kota yang dikunjungi, paling menarik memang bicarain tentang kuliner khas, tempat spesial dan oleh2 khas dari kota tersebut.

Kuliner

kuliner1

Berdasarkan referensi tuan rumah, kuliner yang saya coba pertama kali adalah soto banjar.  Karena tempat makannya dipinggir kali dan di bawah jembatan, namanya pun jadi Soto Banjar Bawah Jembatan (Sobajem).  Sebenarnya hampir sama dengan soto2 yg  lain, tapi bedanya yang namanya soto di Banjarmasin selalu memakai lontong, kl pakai nasi namanya jadi Sop.  Bedanya lg utk paket komplitnya sll dilengkapi dengan potongan ayam (tidak disuwir) bagian dada dan paha, bahkan lama makan ayamnya drpd makan sotonya, saking banyaknya ayamnya.  Biasanya jg pelengkapnya ditemani dgn sate ayam jg dalam 1 porsinya.

kuliner2

Selain soto banjar, pastinya banyak makanan2 berbahan dasar ikan di sana, salah satu yg cukup terkenal adalah Patin Bakar di Restoran Sari Patin.  Kemudian ada juga yang khas banjarmasin, yaitu lontong kandangan.  Lontong kandangan ini aslinya berasal dari salah satu daerah di Banjarmasin bernama Kandangan.  Ciri khas dari lontong kandangan ini, kl yg asli santannya sangat amat kental sekali, sehingga waktu makan terasa lezaat, tp habis itu baru berasa gatel2 di tenggorokan, hehe. Biasanya ditemani dengan lauk ikan Haruan.

Pasar Apung

pasarapung

Sampai ke Banjarmasin sepertinya tidak lengkap kl belum sampai ke Pasar Apung.  Dengan menyewa perahu, sampailah saya ke sana, sayangnya sampai di sana sudah kesiangan, jam 7 pagi sudah cukup sepi.  Ternyata selain keperluan sehari-hari dan sayuran, banyak jg yg jualan jajanan pasar Banjarmasin dan bisa dipanggil untuk merapat ke perahu kita utk bertransaksi.

Oleh-Oleh

oleholeh1

Nah, bicara oleh-oleh, ternyata banjarmasin juga punya corak batik yang khas juga, namanya Sasirangan.   Kata mbak-mbak yang jualan sh katanya khas-nya biasanya ada garis lurus yang berjajarnya, kemudian baru diisi dengan pola2 hiasan di antara garis2 tersebut.  Toko yg cukup terkenal utk berbelanja sasirangan adalah toko Irma Sasirangan.

oleholeh2

Selain batik, ada beberapa oleh2 berupa makanan. Daaan, tidak jauh2 dari ikan pastinya, salah satunya ikan saluwan yg digoreng seperti gambar di atas, ada juga amplang dan kuku macan dari ikan tenggiri.  Selain itu ada juga ikan haruan yang dibuan menjadi abon dan ikan sepat yang digoreng.

Nah, ada beberapa hal lain jg yang agak berbeda di kota Banjarmasin ini:

taksibensin

Yang pertama, jangan cari angkot di kota Banjarmasin,  karena Anda tidak akan menemukannya.  Di sana, angkot yang biasa kita temukan disebut dengan Taksi, kalau taksi yang biasa kita gunakan disebut dengan Argo, hehe.   Yang kedua, setiap ketemu tempat pengisian Bensin (SPBBU), Anda pasti akan melihat antrean yang cukup panjang (seingat saya selalu ada antrian setiap lewat SPBBU), sementara ironisnya di sekitar SPBBU tersebut banyak sekali pengecer bensin yang menjajakan bensin dengan harga sekitar Rp1.500,- lebih mahal daripada harga seharusnya, ckckck, ironis ya?  Suatu waktu, saya ketemu dengan salah satu “tersangka” penyebab antrean panjang di SPBBU tersebut sedang mborong bensin dari SPBBU, hehe..

Jadi monggo pas berkesempatan berkunjung ke Banjarmasin, silakan dinikmati kulinernya dan harus beli oleh2nya terutama Sasirangannya, hehe.  Semoga infonya bermanfaat. 🙂

CobiT Maturity Model

•4 Maret 2013 • Tinggalkan sebuah Komentar

CobiT’s Maturity Model menyediakan alat self-assesment untuk manajemen dengan tujuan untuk mengetahui posisi kemampuan proses IT dibandingkan dengan permintaan bisnis, serta sebagai alat untuk melakukan analisa kesenjangan (gap analysis) dan mengembangkan perencanaan, dengan mempertimbangkan kebutuhan bisnis, kebutuhan kontrol dan kinerja. Maturity Model untuk manajemen dan kontrol seluruh proses IT ini berdasarkan pada metode evaluasi organisasi, sehingga dapat diberikan standar penilaian dari Level Non-existent (0) sampai dengan Level Optimised (5) adalah sebagai berikut:

1

Secara spesifik, CobiT Maturity Model telah menyediakan kriteria kematangan dari Level Non-existent (0) sampai dengan Level Optimised (5) untuk 34 (tiga puluh empat) proses IT. Level kematangan (Maturity Level) yang dihasilkan bukan merupakan suatu hasil penilaian yang mutlak, namun level kematangan yang dihasilkan dapat memberikan panduan yang cukup baik untuk manajemen. Untuk mencapai level tertentu, tidak diharuskan untuk terlebih dahulu memenuhi level sebelumnya secara penuh sehingga dimungkinkan muncul hasil kesesuaian terhadap beberapa level kematangan.
Gambar 1 di bawah ini merupakan contoh yang menggambarkan hasil kematangan sebuah proses IT yang didominasi pada Level 3, namun terdapat kesesuaian pada beberapa level yang lebih tinggi (Level 4 dan Level 5) walaupun dengan nilai yang lebih rendah. Kesesuaian yang telah ada pada Level 4 dan Level 5 perlu diapresiasi sekaligus perlu dianalisa agar dapat diperoleh letak kelemahan dan perbaikan yang perlu dilakukan.

Gambar 1. Contoh Grafik Tingkat Kematangan sebuah Proses IT

2

Dengan tersedianya kriteria kematangan Internal Control dari Level 0 sampai dengan Level 5 untuk 34 (tiga puluh empat) proses IT serta hasil kesesuaian berupa level kematangan sebagaimana dijelaskan di atas, CobiT Maturity Model dapat digunakan untuk mengembangkan CSA sebagai alat untuk mengevaluasi tingkat kematangan Internal Control dalam setiap Proses IT, mengetahui letak permasalahan sekaligus mengevaluasi letak perbaikan yang dilakukan.